. Inilah Aktor Dibalik Suksesnya Acara Curanmor Cilacap - Myscouting.xyz - Personal Blog, Sharing about article, knowledge, tips and trik and News

Inilah Aktor Dibalik Suksesnya Acara Curanmor Cilacap

Apa yang kalian bayangkan jika membaca judul postingan diatas? saya perkirakan pasti kebanyakan terjebak dengan judul di atas dan beranggapan bahwa Cilacap merupakan kota yang sering menumbuhkan seorang penjahat. Sebenarnya Curanmor yang saya maksud disini bukanlah Pencurian Sepeda Motor tetapi "Curanmor (CURahan perasaAN dan huMOR).

Curanmor adalah sebuah acara komedi berbahasa Jawa Ngapak yang disiarkan di Yes Radio Cilacap (dulu Radio Yasifa Cilacap) dengan pembawa acara Samidi. Acara ini mengudara sekitar tahun 2005 sampai akhir 2007, dengan merampungkan 220 episode. Jika di daerah ada Banyumas ada grup lawak Peang Pendjol yang memperkenalkan bahasa Ngapak maka di Cilacap punya Curanmor yang juga mampu memperkenalkan bahasa jawa sampai ke luar kota seperti Jogjakarta. Dibalik kesuksesan sebuah acara pasti ada orang yang berkontribusi di dalamya, ibarat di dalam sebuah Film FTV ada yang namanya aktor dan aktris serta sutradara, maka acara Curanmor sendiripun punya aktor sekaligus sutradara yang menjadikan acara ini menarik. Berikut ini biografi singkat Samidi sang aktor dibalik suksesnya Curahan Perasaan Dan Humor.

Samidi lahir di Cilacap pada tanggal 3 Mei 1983 ( 34 tahun yang lalu). Dia mengenyam pendidikan dasarnya di SDN 4 Gumilir Cilacap, kemudian setelah tamat beliau melanjutkan pendidikan ke SMPN 05 Cilacap, dan menyelesaikan Wajar (Wajib Belajar)nya di SMKN 2 Cilacap, karena minatnya kepada radio sangat besar kemudian beliau memutuskan menjalani pendidikan Informalnya di Proffessional Collage Of Broadcasting Purwokerto. Pada tanggal 14 November 2011 lalu Samidi menikahi Ari Susanti Oktafia. Dari pernikahan tersebut mereka telah di karunia 3 (tiga) orang anak bernama Dafa, Garuda, dan Duta nama anak-anak samidi ini biasa disingkat menjadi Dagadul. Samidi dan keluarganya tinggal di Jalan Bima nomer 24 Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Samidi Curanmor
Pertama kali Samidi menekuni dunia entertaiment, bermula dari ketertarikannya untuk menjadi seorang penyiar radio tahun 90'an. Saat masih duduk di bangku STM/SMK dia menjadi pendengar salah satu radio Cilacap, dan dia juga membayangkan begitu nikmatnya jika menjadi seorang penyiar yang setiap hari terkesan bahagia dan dikenal banyak orang (artist local). Berkat keinginannya yang cukup besar tersebut akhirnya setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas, dia melanjutkan pendidikan informalnya di Proffessional College Of Broadcasting (PCB) sebuah Lembaga Kursus Penyiaran yang berada di Purwokerto selama 4 bulan.

Baca Juga : Ngapak Bahasa Jawa Yang Memiliki Kelebihan

Dengan bekal keinginan besar dan kemampuan yang sudah ia kantongi saat belajar di PCB. Akhirnya dia memutuskan diri untuk menjadi seorang penyiar radio di PT. Radio Yasfi Swara Indah Cilacap/Radio Yasfi Cilacap (sekarang YES Radio Cilacap). Program orientasi dan training dia lalui selama 3 bulan hingga dia menemukan nama panggilan udara yaitu Ardhian Duta, mengingat nama aslinya (read : Samidi) tidak membuatnya percaya diri. Hingga suatu saat ketika Radio Yasfi FM merubah format programnya menjadi radio news, nama penyiar disarankan agar menggunakan nama asli, agar informasi atau berita yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan. Alhasil dengan berat hati Samidi meninggalkan nama udaranya yang lama yaitu Ardhian Duta menjadi Samidi.

Bertepatan dengan berubahnya nama panggilan udara Radio Yasfi menjadi Yes Radio, Samidi diangkat menjadi Program Director yang bertanggung jawab atas seluruh mata acara di Yes Radio. Saat diposisi inilah dia merasa harus selalu mencari ide-ide segar dan kreatif untuk merancang dan melaksanakan program-program radio bersama dengan azas teamwork.
Pada tahun 2005, munculnya acara berbau humor di layar kaca, membuat samidi memiliki ide untuk membuat program radio yang berisi cerita-cerita humor. Kemudian dia menunjuk salah satu penyiar bernama Arif Budiman untuk membuat sebuah sisipan acara yang serat dengan cerita-cerita pada acara Goyang Gayeng. Acara ini dimulai pukul 22.00 WIB dengan durasi 2 jam. Muncul ide dari Arif Budiman untuk menamakan sisipan acara tersebut dengan Curanmor, akronim dari Curahan Perasaan dan Humor. Dengan gaya bahasa logat Banyumas (Ngapak), Arif membawakan cerita-cerita lucu secara langsung sehingga selama kurang lebih 2 bulan sisipan acara itu melekat pada acara Goyang Gayeng. Sebenarnya acara yang dibawakan oleh Arif Budiman seharusnya mampu menghibur, namun karena konsep, kemasan acara dan keterbatasan perbendaharaan kata yang kurang sempurna, membuat Curanmor versi Arif Budiman Kurang menarik. Hingga akhirnya pada akhir tahun 2005 setelah kesepakatan bersama tim, acara tersebut diambil alih oleh Samidi dan menjadi Curanmor a la Samidi. Ide cerita yang diambil Samidi bersumber dari Internet, buku cerita humor, cerita dari teman-teman Samidi dan karangannya sendiri, selain itu cerita juga biasanya merupakan kiriman dari para pendengar Yes Radio Cilacap.

Baca Juga : Cilacap Kota Bercahaya Penuh Dengan Keindahan Alam

Dalam proses penggarapannya, Samidi mengawalinya dengan memahami alur cerita lucu yang diberikan dan mencoba untuk mengemasnya dalam bahasa Logat Banyumas - Cilacap atau Ngapak. Satu tahun acara tersebut berjalan, sepanjang tahun 2006 Curanmor semakin diminati oleh pendengar. Bahkan menjadi acara favorit para pendengar Yes Radio dan merupakan acara yang sangat ditunggu kehadirannya. Pada tahun 2007, rekaman-rekaman Curanmor sudah dapat di download di Internet. Padahal dari pihak Yes Radio sendiri tidak pernah meng-upload cerita tersebut ke website manapun. Rekaman cerita curanmor tersebut meluas sampai beberapa kota di Jawa Tengah, sehingga acara tersebut tidak hanya populer di Cilacap saja. Selain itu para Mahasiswa di Yogyakarta juga banyak yang sudah memiliki rekaman acara curanmor, bahkan ada yang menggandakan rekaman tersebut untuk diperjual belikan. Berkat kepopuleran acara tersebut Mahasiswa Yogyakarta dan Purwokerto pun tertarik untuk melakukan penelitian, sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah mereka. Pada awal tahun 2008 Samidi mendapatkan tawaran untuk menjadi penyiar di Radio milik PT Pertamina RU IV Cilacap, hal inilah yang membuat Samidi mengundurkan diri dari Yes Radio Cilacap serta menjadikan acara Curanmor (Curahan Perasaan dan Humor) berakhir tepat pada episode ke 220.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Aktor Dibalik Suksesnya Acara Curanmor Cilacap"

Posting Komentar